Dapatkan banyak penawaran terbaik untuk anda di www.lutuyeshop.com aman terpercaya memuaskan dan bergaransi... Kapan lagii .ayooo!!!!

Senin, 17 Januari 2011

MENGEMBANGKAN KEBERSAMAANHidup dalam kebersamaan, berarti ada yang disetujui bersama dan ada yang tidak disetujui. Pertentangan bermula bila ada yang tidak disetujui bersama, yang kemudian pertentangan diselesaikan setelah disetujui bersama. Untuk hidup dalam kebersamaan dibutuhkan kesamaan pandangan tentang sesuatunya. Namun dengan berkembangnya populasi manusia persoalan yang harus disetujui bersamapun bertambah. Namun ini tidak selalu berarti bahwa kita dibebani persoalan ber timbun, karena banyak persoalan telah disepakati/disetujui bersama atau telah terselesaikan hingga tidak dipertentangkan lagi. Kita coba melihat mula keragaman pendapat: Dengan berjalannya waktu, melalui perubahan keadaan demi perubahan, manusia purba yang betebaran di berbagai tempat di muka bumi ini, ia dipengaruhi lingkungan berbeda. Dapat dimengerti bila hal ini menyebabkan manusia kini memiliki latar belakang, peradaban, dan kebudayaan yang berbeda pula. Dengan sendirinya persoalan yang dihadapi manusia masa kini pun menjadi beragam, menyebabkan beragam pula pokok persoalan yang dipertentangkan. Kesemuanya itu membutuhkan pula beragam kekhususan cara penyelesaaiannya. Bila dibutuhkan penengah pertikaian sulit kiranya bagi penengah tersebut dengan "gagasannya" untuk tidak mempunyai kecenderungan tidak memihak pada salah satu pihak, dan juga si penengah tidak cenderung melihat dari sisi kepentingannya sendiri. Jelas tak mungkin kita dapat memunculkan sebuah teori "ampuh" yang dapat menyelesaikan semua persoalan yang ada di dunia ini. Tak mungkin pada saat kini kita memunculkan seorang jenius penyelamat dunia untuk dapat mengatasi semua permasalahan yang ada. Dengan makin berlarut-larutnya pertikaian antar umat manusia hingga kini, memperlihatkan bukti tidak adanya teori ampuh ataupun orang jenius serupa itu. Yang mungkin ada hanyalah secara bersama-sama dengan saling mendukung membuka alam fikiran kita pada sebuah paradigma baru yang kelak akan membawa kita kearah perdamaian dan persatuan. Mari kita lihat tiga kategori unik masalah umum, baik yang terjadi pada masa lampau maupun kini yang biasa menimbulkan pertentangan, namun tidak menyangkut kebutuhan fisik secara langsung. Masalah ilmu pengetahuan: Demi mempertahankan hidup dan mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam hidupnya, manusia mempelajari berbagai kebiasaan alam atau "hukum-hukum alam." Bila sampai terjadi pertentangan pendapat, mereka dapat menyelesaikannya dengan bukti-bukti yang ada dalam alam ini. Masalah ideologi: Dengan mempelajari dirinya dan manusia lain dalam kebersamaan hidup, manusia memunculkan berbagai ideologi yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kebersamaan. Pertentangan yang disebabkan perbedaan ideology dapat kita selesaikan melalui "bukti manfaat," yaitu bukti dari keberhasilan atau kegagalan manfaat dari sebuah ideologi, walaupun untuk pembuktian itu dibutuhkan waktu cukup lama untuk menanti hasilnya. Masalah agama / kepercayaan: Meyakini bahwa seisi alam ini ada yang menciptakannya, wajar bila muncul berbagai agama dan kepercayaan yang memberitakan mengenai "Pencipta"-nya dan ajaran-ajaran-Nya. Bila terjadi pertentangan di antara penganut agama atau kepercayaan yang berbeda, maka penyelesaiannya tidak dapat kita lakukan sebagai kedua contoh di atas. Penulis: Mahasiswa FE Universitas Muhammadiyah Malang

Add caption



Add caption
Hidup dalam kebersamaan, berarti ada yang disetujui bersama dan ada yang tidak disetujui. Pertentangan bermula bila ada yang tidak disetujui bersama, yang kemudian pertentangan diselesaikan setelah disetujui bersama. Untuk hidup dalam kebersamaan dibutuhkan kesamaan pandangan tentang sesuatunya. Namun dengan berkembangnya populasi manusia persoalan yang harus disetujui bersamapun bertambah. Namun ini tidak selalu berarti bahwa kita dibebani persoalan ber timbun, karena banyak persoalan telah disepakati/disetujui bersama atau telah terselesaikan hingga tidak dipertentangkan lagi.

Kita coba melihat mula keragaman pendapat: Dengan berjalannya waktu, melalui perubahan keadaan demi perubahan, manusia purba yang betebaran di berbagai tempat di muka bumi ini, ia dipengaruhi lingkungan berbeda. Dapat dimengerti bila hal ini menyebabkan manusia kini memiliki latar belakang, peradaban, dan kebudayaan yang berbeda pula. Dengan sendirinya persoalan yang dihadapi manusia masa kini pun menjadi beragam, menyebabkan beragam pula pokok persoalan yang dipertentangkan. Kesemuanya itu membutuhkan pula beragam kekhususan cara penyelesaaiannya. Bila dibutuhkan penengah pertikaian sulit kiranya bagi penengah tersebut dengan "gagasannya" untuk tidak mempunyai kecenderungan tidak memihak pada salah satu pihak, dan juga si penengah tidak cenderung melihat dari sisi kepentingannya sendiri.

Jelas tak mungkin kita dapat memunculkan sebuah teori "ampuh" yang dapat menyelesaikan semua persoalan yang ada di dunia ini. Tak mungkin pada saat kini kita memunculkan seorang jenius penyelamat dunia untuk dapat mengatasi semua permasalahan yang ada. Dengan makin berlarut-larutnya pertikaian antar umat manusia hingga kini, memperlihatkan bukti tidak adanya teori ampuh ataupun orang jenius serupa itu. Yang mungkin ada hanyalah secara bersama-sama dengan saling mendukung membuka alam fikiran kita pada sebuah paradigma baru yang kelak akan membawa kita kearah perdamaian dan persatuan.

Mari kita lihat tiga kategori unik masalah umum, baik yang terjadi pada masa lampau maupun kini yang biasa menimbulkan pertentangan, namun tidak menyangkut kebutuhan fisik secara langsung.

Masalah ilmu pengetahuan: Demi mempertahankan hidup dan mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam hidupnya, manusia mempelajari berbagai kebiasaan alam atau "hukum-hukum alam." Bila sampai terjadi pertentangan pendapat, mereka dapat menyelesaikannya dengan bukti-bukti yang ada dalam alam ini.

Masalah ideologi: Dengan mempelajari dirinya dan manusia lain dalam kebersamaan hidup, manusia memunculkan berbagai ideologi yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kebersamaan. Pertentangan yang disebabkan perbedaan ideology dapat kita selesaikan melalui "bukti manfaat," yaitu bukti dari keberhasilan atau kegagalan manfaat dari sebuah ideologi, walaupun untuk pembuktian itu dibutuhkan waktu cukup lama untuk menanti hasilnya.

Masalah agama / kepercayaan: Meyakini bahwa seisi alam ini ada yang menciptakannya, wajar bila muncul berbagai agama dan kepercayaan yang memberitakan mengenai "Pencipta"-nya dan ajaran-ajaran-Nya. Bila terjadi pertentangan di antara penganut agama atau kepercayaan yang berbeda, maka penyelesaiannya tidak dapat kita lakukan sebagai kedua contoh di atas.